Starter Pack, Simple! No ribet!



Sejak akhir bulan mei lalu, Indonesia mulai beradaptasi dengan virus Covid-19 atau wabah yang akhir- akhir ini menyerang banyak orang di seluruh dunia bahkan jutaan orang telah meninggal karena virus ini. Di indonesia sampai saat ini, memiliki data pasien yang terinveksi Covid-19 sekitar 70rb-an orang. Beberapa orang menganggap angka ini kecil dibanding jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 200jt penduduk. Kalau menurut saya angka ini sudah tinggi, coba teman- teman bayangkan saja 70rb orang ini kumpul di suatu tempat? Kebayang tidak? Kalau mereka dikumpulkan di Gelora Bung Karno aja itu, sudah hampir penuh, tinggal 10rb orang lagi penuh dah tuh! mungkin ketika menjadi variabel angka, 70rb terlihat kecil, tapi kalau kita visualisasikan baru kelihatan banyaknya.

Adaptasi baru ini disebut sebagai new normal, dimana masyarakat diseluruh dunia dipaksa untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru, seperti rajin cuci tangan, pakai masker dan lain- lain. Maka dari itu pemerintah juga menganjurkan masyarakat untuk mulai membawa starter kit atau starter pack sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus ini.

Nah gaes! kalau starter pack yang disarankan oleh WHO dan Kemenkes kan banyak tuh keliatannya dan tidak sedikit orang beranggapan agak ribet, kali ini saya mau berbagi Starter Pack yang saya bawa ketika beraktifitas di luar rumah. Yang pastinya masih sesuai standar kemenkes dan WHO kok! wkwk

Sebelum mulai, kita list dulu yah starter pack ala WHO dan Kemenkes:
1. Masker (Bawa cadangan)
2. Hand Sanitizer
3. Alat makan sendiri
4. Alat Sholat
5. Tumbler
6. Tissue Basah

Nah, itu starter kit ala WHO dan Kemenkes gaes, saya sedikit melakukan improvisasi dari starter pack itu, karena saya pribadi adalah pengguna kendaraan motor, jadi agak ribet aja jika harus bawa itu semua, hehe,...

Tapi, ini saya tidak ngasal comot aja yah gaes. wkwk... Jadi saya bawa starter pack itu tergantung seberapa lama saya beraktifitas diluar rumah.

Seperti gambar diatas, saya biasanya cuma bawa masker beserta cadangannya, hand sanitizer, sabun, tissue basah juga biasanya bawa pipet stainless. Terdengar simple, kan?


Nah, jadi starter pack yang saya bawa cuma 4 item itu, supaya bisa muat di tasku dan masih sesuai standar. Tidak ribet bawanya dan simple. Akan tetapi, ini juga saya sesuaikan dengan waktu beraktifitas di luar yah gaes!

Pertama, starter pack tadi itu saya bawa ketika hanya beraktifitas di luar tidak lebih dari 4-5 jam, misalnya pergi belanja bulanan atau mencari barang di mall, atau ngurus berkas di kampus, dan saya bawa satu masker cadangan. Dan untuk opsi ini saya pastikan beraktifitas setelah waktu sholat jadi tidak harus sholat diluar.

Kedua, jika diharuskan beraktifitas sebelum jam sholat, baik itu duhur atau ashar, saya biasanya membawa sapu tangan satu atau dua sebagai pengalas ketika sujud dan membawa bekal, tapi bekal ini saya taruh di jok motor, wkwk,.. maklum karena pengguna motor. Jadi tidak terlalu ribet bawanya dan untuk minum saya biasanya beli air mineral botolan karena saya punya pipet sendiri jadi cukup untuk mengantisipasi.

Ketiga, mengapa saya membawa sabun? wkwk, sebenarnya dari sebelum new normal ini saya selalu membawa sabun kemanapun untuk mengantisipasi keadaan darurat gaes, wkwk. Kan biasa tuh, lagi enak- enaknya jalan, eh tau- taunya ada panggilan alam dan beberapa toilet tidak menyediakan sabun, yah seperti itulah alasan mengapa saya membawa sabun. Dan diera new normal ini sabun menjadi sangat lebih berguna lagi karena kita diminta untuk membiasakan cuci tangan pakai sabun. Pernah tidak teman- teman merasa tangan kita terasa kayak aneh gitu karena keseringan pakai handsanitizer? atau bisa jadi saking banyaknya sanitizer di tangan kita? yaps, jadi sabun juga saya pakai untuk cuci tangan untuk me-reduce atau menghilangkan sanitizer yang melengket ditangan.

Jadi, saya kembali mengingatkan yah gaes! tergantung waktu beraktifitas kita, :D

Oh iya! untuk masker, saya biasanya menggunakan masker kain dengan 3 layer, dimana untuk layer 2-nya saya masukkan tissue sebagai filternya. Penasaran maskernya kayak gimana?


Masker ini kebetulan dibelikan kakak saya, dan jika teman- teman berminat, teman- teman bisa membelinya melalui Olshop, baik itu shopee, tokped atau apapun itu, coba cari saja "Masker kain 3 layer" pasti muncul kok!



Oh iya!, Sebelum menggunakan masker ini, saya biasanya menyetrika baik masker yang akan saya gunakan maupun cadangannya.

Nah, gaes itulah starter pack saya, simple, right?! :D

Bagaimana dengan starter pack teman- teman? ingat yah gaes, new normal berarti membangun kebiasaan baru bukan berarti virusnya udah tidak ada loh yah! Jangan B.A.N.D.E.L ! :D

Ingat, dengan mengikuti protokol kesehatan kita tidak hanya melindungi diri kita, akan tetapi juga sebagai bentuk kasih sayang kita terhadap keluarga dan teman- teman kita.

okay deh gaes! Have a blessed day!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kuliah Jurusan Teknik Perkapalan? Kuliah Apa Sih, Itu?"

Yuk! Ketahui Bagaimana Kebaikan yang Merugikan