Salah satu senjata perempuan adalah pendidikannya!


Menurut Nadiya Karima Melati seorang mahasiswi Jurusan Ilmu Sejarah, FIB, UI melaui blog-nya, bahwa sejarah merupakan asal kata dari Sajaratun atau pohon. sedangkan dalam kata bahasa inggris sebagai bahasa internasional adalah (His)tory. Ada penekanan His pada history. menurutnya lagi history merupakan cerita kejayaan para laki- laki menentukan gerak sejarah dan peradaban di bumi ini, kemudian menuliskannya. Nah, kalau teman- teman mengikuti sejarah perkembangan Feminisme atau semacamnya. teman- teman bisa mengetahui bahwa sejak dari dulu perempuan- perempuan hampir di seluruh dunia tidak memiliki hak memilih dan harus mengikuti kata laki-laki.

Tidak bisa memilih pendidikan, tidak bisa mengutarakan pendapatnya, bahkan perihal jodoh pun tidak jarang mereka tidak bisa memilih karena kebanyakan di jodohkan paksa demi kepentingan politik. Harkat perempuan sejak dulu selalu lebih rendah di bandingkan laki- laki yang notabenenya memiliki fisik yang lebih kuat dibanding perempuan. Pada tahun 1930 terdapat perubahan sosial politik di tanah jawa, yang menurut Siti Utami, seorang doktoral di bidang Ilmu Sejarah UGM bahwa pada tahun itu terdapat doktrin bagi para perempuan untuk menjadi ibu bagi keluarga dan masyarakat sekaligus. Dan kalau teman- teman membaca ini tentu saja mengingatkan teman- teman pada pendapat seperti ini:

"Perempuan tidak usah sekolah tinggi- tinggi, karena nanti akhirnya di dapur juga"  

Yaps! sejak dulu kita selalu mendengar pendapat ini, dan hal ini masih berlangsung di beberapa daerah pedesaan di indonesia, dan tidak jarang di perkotaan. Sungguh hal yang sangat disayangkan. Dan tentu saja beberapa orang menganggap pendapat ini sangat kolot, karena dengan pendidikan harkat, martabat dan derajat perempuan di tinggikan sehingga tidak di remehkan oleh orang- orang terutama pihak laki- laki. Nah untuk menyokong  pendapat ini, saya menanyakan beberapa teman saya terkait pendidikan sebagai kunci penguatan peran perempuan, dan ini kata mereka!


Banyak dari teman- teman yang saya tanyakan sependapat dengan pendapat "Pendidikan sebagai kunci penguatan peran perempuan". Nah, coba kita rangkum pendapat- pendapat dari teman- teman saya terkait perempuan yang harus berpendidikan.

1. Perempuan akan menjadi seorang ibu.

Ada salah satu teman yang mengatakan bahwa Al-ummu madrasatul ula yang artinya ibu adalah sekolah pertama bagi anak- anaknya jadi bagaimana seorang ibu bisa mengajarkan atau mendidik anaknya jika ibu juga minim pendidikan. Jadi pendidikan ini menjadi sangat penting dalam menguatkan peran perempuan, ada juga teman yang berpendapat bahwa tugas pertama seorang ibu itu memang didapur, dan didapur ini butuh menajemen yang baik jadi teman saya yang mengatakan ini berpendapat bahwa pendidikan itu membantu seorang ibu untuk lebih bisa beradaptasi terhadap lingkungan dan masalah yang dihadapi, jadi katanya tidak gampang di panas- panasi tetangga gitu, wkwk.

2. Perempuan menjadi pemimpin sebenarnya dalam rumah tangga.

Nah, ini hal yang menarik. Ada teman saya yang berpendapat bahwa perempuan itu pemimpin sebenarnya dalam rumah tangga, karena perempuan-lah yang mengatur rumah, mengurus anak, memasak, mengatur keuangan dan lain- lainnya. Cuma pada umumnya seorang laki- laki di bilang kepala rumah tangga karena dari dulu kita ketahui bahwa laki- laki memiliki fisik yang kuat identik dengan seorang pemimpin. Dan tentu saja katanya perempuan yang berpendidikan akan lebih memberi nilai plus terhadap perempuan itu, dan dapat membantu perempuan itu dalam mengurus rumah tangganya.

3. Mengangkat harkat dan martabat seorang perempuan

Banyak teman saya mengatakan bahwa pendidikan juga sangat penting bagi perempuan karena bisa mengangkat harkat dan martabat seorang perempuan sehingga ia tidak diremehkan oleh orang. Pendidikan sendiri memberikan pengetahuan dan status tidak hanya untuk seorang perempuan tapi juga laki- laki.

Nah, gaes! Jadi pendidikan itu sangat penting bagi perempuan. Tapi pendidikan yang dimaksud disini bukan hanya sekedar pendidikan formal loh ya! pendidikan secara luas. Baik itu pendidikan formal maupun informal. Jadi kita banyak memiliki opsi dalam bidang pendidikan, jadi bagi teman- teman yang memiliki kemampuan dan kesempatan dalam mengenyam pendidikan seharusnya dimanfaatkan dengan baik, karena tidak jarang teman- teman yang di pedesaan ingin mengenyam pendidikan juga tapi tidak memiliki kemampuan dan kesempatan itu, jadi teman- teman yang mampu sungguh beruntunglah anda! jadi jangan di sia- siakan yah!

Dan juga akan sangat disayangkan jika ada teman- teman yang tinggal di kota- kota besar dan memiliki previlage untuk mengenyam pendidikan yang baik, tapi tidak memanfaatkan kesempatan itu. 

Oh iya! biasanya ada teman- teman yang telah mengenyam pendidikan formal, di sekolah masing- masing, tapi kurang tertarik dengan kegiatan non-formalnya, saya punya saran dari suatu lembaga yang memberikan fasilitas yang tidak hanya terkait pendidikan formal tapi juga pendidikan non-formal loh! Dan juga hampir lupa gaes, teman- teman bisa shopping atau slaberan di tempat ini juga, menarik kan? wkwk... semua itu teman- teman bisa dapatkan di  EduCenter.

EduCenter merupakan gedung yang memberikan pendidikan dengan konsep mall. Dimana EduCenter memberikan beberapa fasilitas pendidikan seperti, kursus balet, menari, seni, dan musik. Tapi tidak hanya itu, EduCenter Juga memberikan fasilitas pendidikan formal seperti, pelajaran saintek (matematika, fisika, kimia, dan biologi), bahasa inggris, dan sains eksperimen. Jadi selain belajar, teman- teman juga bisa slaberana atau shopping. :D

Dan tentu saja EduCenter merupakan tempat yang aman bagi perempuan dan anak- anak 

Have a blessed day gaes! 
#Educenterid

(Source pic: Educenter.id)                 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kuliah Jurusan Teknik Perkapalan? Kuliah Apa Sih, Itu?"

Yuk! Ketahui Bagaimana Kebaikan yang Merugikan