"I Don't Believe in God, ANYMORE! Never!"

(Source Pic: Quora.com)
Pernah nggak sih, kita merasa sangat terpuruk? Depresi? No one to talk? or may be we've just lost god and we're so angry about it!!

Pernah nggak sih, kita merasa bahwa masalah datang secara beruturut- turut dan yang kamu lakukan hanya berdoa, berdoa dan berdoa,.. Tapi tak pernah terdengar oleh-Nya?!

 Seolah- olah kita merasa bahwa Tuhan tidak pernah mendengar doa kita, katanya tidak pernah tidur tapi Ia Seolah- olah sedang tertidur saat kita mengalami masalah, So where's the god  that we've prayed for? and all we can say is B.U.L.L.S.H.I.T!!

Saya pernah berada di posisi itu,.. 

I've been that postion, questioning myself about God...

Hal ini, terjadi pada saya ketika saya kelas XI SMA. Hari itu benar- benar adalah hari terburuk dan terpuruk ku... Well, saat itu saya masih menjadi salah satu santri di Pesantren, 

Wait! what? Pesantren?!

Well, jangan dulu menghakimi saya yah guys! :)

Ketika mengingat hal ini, saya merasa sangat malu pada ALLAH SWT,... 
Begitu hina diri saya, meragukan kebesaran Allah SWT. But i wanna share this story so that's none of u guys would doubt about your own God!

Benar, kejadian itu ketika saya kelas XI SMA, masalah yang saya dapatkan seakan beruntun... dimana mama saya sering sakit- sakitan dan Family's financial problem.

Berada jauh dari orangtua, dan keluarga membuat ku selalu kepikiran (which i can't see them in daily) sehingga membuat ku selalu khawatir. Apalagi sakit yang diderita mama saya adalah penyakit tidak wajar, orang- orang sih menyebutnya "Sihir". 

Jika dipikir oleh akal sehat saya, kenapa sihir itu masih bisa mengenai mama saya? sedangkan mama saya tidak pernah meninggalkan sholat,  ngaji, dan ibadah lainnya? dan saya pun setiap hari sholat untuk mendoakan mama agar selalu dilindungi dan diberi kesehatan oleh-Nya,...

Melihat mama sering sakit- sakit, membuat saya makin sedih, hingga akhirnya saya juga mulai sakit- sakitan, gatal- gatal, dan bahkan kerasukan... Ternyata bukan hanya saya, adik- adik dan kakak- kakak saya juga mengalami sakit yang sama.

Saya percaya bahwa "Sihir" itu akan hilang jika kita percaya pada Tuhan, Tapi apa?! semua nya makin rumit dan saya pun mulai kehilangan kepercayaan pada-Nya,... Tapi ketika masih di pesantren saya masih sering sholat dan berdo'a karena masih berharap.

Puncak saya kehilangan kepercayaan pada-Nya adalah ketika saya kuliah dimalang, saya benar- benar tidak pernah sholat,ngaji, dan lain- lainnya, saya tidak percaya lagi dengan yang namanya tuhan

Jika memang tuhan itu benar- benar ada, mengapa keluarga ku harus mengalami ini? kenapa mama harus sakit? konflik kluarga juga makin menjadi- jadi? kenapa, kenapa dan kenapa!!? 

Saya sangat marah pada Tuhan saat itu, sehingga teman saya pun mulai banyak yang bertanya, "Noy, kamu nggak sholat?", "Noy, bukannya kamu anak pesantren?", bahkan tak jarang yang mengajak saya untuk pergi sholat.Tapi saya hanya tersenyum pada mereka. dan tak jarang saya mengatakan dengan ketus, "Emang kalo lulusan pesantren ada jaminan kalo saya rajin sholat? atau haruskah saya sholat hanya karena status saya sebagai lulusan pesantren? Bukan karena saya sholat karena saya percaya tuhan?". Saya benar- benar kehilangan Tuhan saya, apalagi di kos- kosan saya saat itu tidak ada beragama islam seperti saya, sehingga tak ada lagi yang mengingatkan saya,... Walaupun saya juga sering bertemu dengan teman- teman pesantren saya yang kala itu juga kuliah di malang, Saya tidak pernah menceritakan "Krisis iman" ini pada mereka,.. I wasn't worry they will judge me, but i was just ashame,...

Saya benar- benar hilang arah, hilang iman, benar- benar menjadi orang yang tak bertuhan,.... terkadang rasa marah terhadap tuhan itu mengahampiriku, membuat ku benar- benar semakin membencinya,...

Dan saya pun mulai menjalani hari- hari dengan tidak mempercayai Tuhan,...

Hingga suatu ketika, ada seorang teman yang non-muslim, memanggil saya,..

"Noy, sini deh!" panggilnya
"iya kenapa, ****?" tanya ku
"Kamu kan anak pesantren, kok kamu tidak sholat?" tanyanya

Seketika perasaan ku menjadi kesal, marah, i mean, really?! do u have to ask me that?!

"Bukan maksud menghakimi yah noy, kalau kamu punya masalah, yuk ceritain aja ma aku" katanya sambil tersenyum

Awalnya saya hanya tersenyum mendengarnya, terus ia melanjutkan "Pasti ada hal yang membuat kamu seperti ini noy, nggak mungkin dong tiba- tiba kamu begini,.." tapi saya abaikan dia dan saya berlalu pergi mninggalkannya sendiri.

Keesokan harinya, saya lihat dia sendiri dikelas. Kemudian saya kembali berpikir apa yang dia tanyakan kemarin, kemudian saya sapa dia,... dia hanya tersenyum.

Saya pun mulai membangun percakapan dan akhirnya saya menceritakan semua keluhan dan "krisis Iman" saya ini, setelah saya menceritakan semuanya, ia kembali bertanya "kamu mau nggak mendengar nasihatku?" saya hanya tersenyum dan mengganguk.

"Gini yah noy, Tuhan memang tidak pernah tidur dia selalu mendengarkan doa- doa hambanya kok. Cuma terkadang Tuhan akan menguji hambanya untuk menaikkan derajat kita dan kalo Tuhan tidak akan menguji hamba dari batasannya kok, itu ada tertulis di kitab ku dan aku yakin di Al- Qur'an juga ada" jawabnya sambil tersenyum, Saya agak kesal sih ketika mendengar jawabannya seperti itu, dan saya sudah bosan mendengar penyataan begitu,...

"Hubungan kita ama Tuhan itu kita ibaratkan aja sepasang kekasih, untuk menguatkan hubungan dan kecurigaan kita selalu jaga komukasi, kan? selalu kontekan gitu,..kalo misal salah satu pasangan tiba- tiba berubah sikap dan tidak mengomunikasikan masalahnya yah pasangan satunya pasti akan kebingungan kan, karena tidak tahu masalah yang kamu hadapi apalagi kalo kamu sampai mutusin komunikasi, yahh makin renggang dong, soale kamu sering komunikasi saja masih sering ada kesalahpahaman apalagi diam- diaman kan?" Lanjutnya

Seketika apa yang dikatakan masuk diakal ku, dan saya mulai berpikir kembali

"Jadi, kamu coba komunikasi lagi ama Tuhan mu, ketika ada kerikil- kerikil kecil atau bahkan bongkahan es, harus dikomunikasikan dengan mencari jalan kluarnya,... Anggap aja kamu lagi main game, kan di game ada tuh monster kecil dan besar, dan kalo monster besar itu biasanya kasih kita apa gitu agar level kita cepet naik kan? nah, anggap aja tuh klo kamu bisa ngalahin monster besarnya kamu bakalan naik level" lanjutnya sambil tersneyum lagi,...

Dan kami terus melanjutkan perckapan hingga dosen masuk kelas,..

Ketika mendengar apa yang dikatakannya itu, membuat ku kepikiran, tapi masih belum membuatku untuk percaya dengan tuhan, saya tidak langsung sholat dan sebagainya,.. 

 satu hari, dua hari, tiga hari setelah percakapan saya dengan teman saya. Ketika saya keluar kamar, saya kebetulan bertemu teman kos yang sedang ibadah membakar kemenyan makin membuat saya kepikiran lagi

Hingga pada hari kelima, saya mulai mencoba mencoba berwudhu dan sholat lgi,..

Dan benar, rasa suntuk, rasa kekosongan di hati itu berasa perlahan hilang,...

Pernah nggak sih kita merasa kosong ntah apa penyebabnya? Nah, perasaan kosong itu yang saya maksud perlahan hilang,... dan akhirnya saya mulai sholat, dan tak jarang mengaji sesekali.

Masalah- masalah sebelumnya itu belum juga teratasi akan tetapi saya lebih merasa plong dari sebelmnya, sehingga saya menyakini bahwa masalah- masalah ini pasti berakhir, tinggal saya berserah pada Allah SWT, karena Allah tidak pernah tidur,..

Untuk memperkuat tekad saya ini, agar tidak goyah lagi, saya mengikuti akun media sosial yang memberikan energi positif yang mengingatkan saya pada Allah,... 

Jadi, cerit saya ini bukan maksud mengajak teman- teman untuk aneh- aneh yahh, saya share agar teman- teman tidak melakukan hal BODOH yang SAYA LAKUKAN!,.. Jika teman- teman ada keraguan segera diskusikan dengan orang- orang terdekat dan lebih baik dengan orang- orang yang lebih paham agama agar keyakinan itu tida tergoyahkan,...

Oke deh teman- teman, Have a bless day :)



Komentar

  1. Woooowww terkesan.
    Allah sedang mengajarkan arti sebuah kesabaran....
    Well done bang indra kamu lolos ujian....dan akan menghadapi ujian selanjutnya.
    Keep Allah in your heart, Allah,,All Al and always Allah.....🤗

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Kuliah Jurusan Teknik Perkapalan? Kuliah Apa Sih, Itu?"

Yuk! Ketahui Bagaimana Kebaikan yang Merugikan